“Jika
Ilmu Pegetahuan itu tidak berguna (membawa manfaat), maka tinggalkanlah” demikian kira-kira pernyataan yang saya kutip
dari Hokky Situngkir, peneliti brilian dari Department
of Computational Sociology, Bandung Fe Institut dan penerima penghargaan Achmad
Bakrie Award IX 2011. Ungkapan itu rasa-rasanya akan menyindir siapapun yang
saat ini sedang ongkang-ongkang menikmati
zona nyamannya. Apalagi jika dia seorang intelektual, amat “berdosa” rasanya
jika seorang intelektual tidak membaktikan apa yang dimilikinya, termasuk ilmu,
harta, dan keringatnya untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Senada
dengan ungkapan Gramsci (penggagas intelektual organik) yang menyatakan bahwa “memang banyak intelektual di sekitar kita,
tetapi hanya sedikit dari mereka yang
mampu membawa perubahan”.