Sejujurnya saya juga baru "ngeh" tentang mba Achi TM dan rumah pena-nya setelah mas Hw Prakoso (salah satu teman OPS dan owner DeKa publishing) menyodorkan namanya via sms. Waktu itu kami sedang berencana untuk silaturahmi sambil mengantar kang Oke Rosgana main yo yo dan bumerang ke KJD-nya Dik Doank, tetapi ternyata KJD libur dari kegiatan selama bulan ramadhan ini. Akhirnya kami putuskan untuk banting setir ke rumah pena ini. Ikut dalam jamaah dari Subang ini kang Epul, teh Sally, kang Hw, om Kimpongs, Tiwi, saya dan istri. Tak pernah ketinggalan dua kurcaci kami juga ikut meramaikan dengan kerewelannya masing-masing, jagoanku Arafa dan putriku Afira :D
Showing posts with label OPS. Show all posts
Showing posts with label OPS. Show all posts
15 July 2013
10 February 2013
Menulislah dengan Konsisten!
Konsisten –
atau agar nampak lebih alim kita sebut saja dengan istiqomah – itu memang satu kata yang mudah untuk diucapkan, namun
tak kepalang berat ketika dijalankan. Buktinya, baru dua kali pertemuan rutin
saja saya sudah demikian telat menuliskan hasil “rangkuman” diskusinya. Padahal
pada pertemuan perdana, ketika semangat dan harapan demikian membuncah, selesai
pertemuan OPS itu, malam harinya langsung saya tulis dan posting laporannya. Hmm, maklum, mungkin selain terbaginya
pikiran pada beberapa hal lain, mungkin juga karena konsisten itu memang tidak
bermakna statis pada satu frekuensi tertentu saja, melainkan sebuah proses
kontinu yang suka tidak suka mengalami pasang-surut gelombang (ngeles). Alasan lainnya, jelas saya
bukan wartawan yang harus dikejar waktu untuk secepat mungkin menuliskan
berita, tetapi saya penulis biasa yang bebas kapan saja mau menulis dan kapan
tidak.
Baiklah, langsung
ke intinya saja ya. Pertemuan OPS II kemarin (27/01/13) rencananya akan menghadirkan 3
orang narasumber yang unik dan berbeda satu sama lain, yaitu kang Fauzi
(general manager Pasundan Ekspres) yang berlatar pemimpin media cetak di
Subang, lalu kang Kaka Suminta (penulis buku Keajaiban Bawah Sadar, tigamaha
2012) yang berlatar hipnoterapis dan Ibu Euis Herni Ismail (penulis kumpulan
puisi “Demprut”) yang berlatar seorang tenaga pendidik di SMA 2 Subang. Tentu latar
belakang beliau-beliau itu tidak tunggal, tetapi sangat kaya dan mewakili
beragam warna kehidupan. Namun kapasitas narasumber tersebut diundang di forum
OPS adalah untuk berbicara tentang satu hal yang menjadi benang merah perekat
ketiga warna latar yang berbeda itu, yaitu : dunia tulis-menulis.
Subscribe to:
Posts (Atom)