Showing posts with label Social Network Analysis. Show all posts
Showing posts with label Social Network Analysis. Show all posts

27 December 2017

Uang Haram Trotoar Tanah Abang


Masalah penataan tanah abang sedang viral di media sosial. Penggunaan trotoar untuk berdagang para PKL menimbulkan kecemburuan bagi pedagang yang ada di Kios dalam. Bagaimana tidak, mereka yang di dalam harus membayar sewa resmi, jauh dari pengunjung, dan sekarang harus kehilangan sebagian omzet nya karena tersedot oleh PKL di trotoar yang menurut video dari youtube Najwa Shihab membayar "Sewa" itu tidak kepada pemerintah, tapi kepada preman. Tak tanggung-tanggung, perkiraan nilai total jual beli trotoar tanah abang itu mencapai 1,425 Milyar Rupiah/bulan!
#TanahAbangGayaBaru, salah satu hastag yang viral di twitter. Tapi gambar di atas bukan soal hastag itu. Jejaring dibawah mencoba memotret viralitas video Najwa Shihab berjudul "Uang Haram Trotoar Tanah Abang" di twitter. Mau tidak mau, suka tidak suka, tanah abang adalah salah satu barometer efektivitas kebijakan Pemda DKI. Kini tanah abang berpotensi kembali semrawut. Mampukah Pemprov DKI menata tanah abang secara out of the box seperti yang sempat diwacanakan?
===
Video Uang Haram Trotoar Tanah Abang dapat ditonton disini: https://www.youtube.com/watch?v=_x-85FPB9jQ&feature=youtu.be

LGBT


Menurut laporan dari The William Institute (2017), membaca karakteristik demografis LGBT di Indonesia cukup sulit. Jangankan menganalisis karakternya, menghitung jumlah populasinya saja sangat sulit. Selain tidak ada sumber survey/pendataan khusus yang resmi, juga karena adanya "ancaman" sosial dan kultural yang mengerikan bagi mereka yang secara terbuka mengakui ke-LGBT-annya. Tapi fakta bahwa LGBT eksis semua juga tahu. Bahkan, estimasi dari Kementerian Kesehatan untuk MSM (Man who have sex with man) saja diperkirakan mencapai 1.1 juta orang (2012) atau sekitar setengah sampai 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan Jaringan Gaya Warna Lentera (GWL-INA) merilis angka MSM antara 800rb s.d. 3 juta orang (2011). MSM berarti tidak termasuk Lesbian, perempuan biseksual, dan transgender men. Sebuah angka yang besar, meskipun belum sebesar negara lain seperti Amerika atau Thailand. Namun Ibarat gunung es, yang terlihat di permukaan hanya sebagian kecil dari fenomena besar dan kompleks di dasarnya.
===
Gambar dibawah menunjukkan jejaring dari beberapa akun influencer yang mendapat banyak perhatian dalam perbincangan "LGBT" terakhir (12/21/17). Social Network Analysis bisa menjadi alat yang powerful untuk memetakan jejaring LGBT, baik untuk online maupun offline. Yang kedua tentu bisa lebih dahsyat dan dapat digunakan untuk membantu individu, publik, maupun stakeholder dalam mengambil kebijakan yang penting dan dianggap perlu terkait LGBT.

===
Laporan The William Institute dapat diteropong disini: https://williamsinstitute.law.ucla.edu/…/LGBT-Exclusion-in-…
====

Soal #Reuni212 dan #AksiBelaPalestina1712

Siapa yang "menguasai" panggung #Reuni212 dan #AksiBelaPalestina1712 di sosial media?


Tanpa mengurangi solidaritas dan rasa keprihatinan untuk saudara-saudara kita di Palestina, saya mencoba sedikit "utak-atik" untuk sekaligus belajar melihat bagaimana isu yang sedang hangat di tengah publik kemudian diakumulasi dan diakuisisi oleh para elit politik via sosial media. Siapakah aktor-aktor politik utama yang eksis diatas narasi yang membawa nama umat Islam tersebut?
Untuk itu, Saya mengunduh 10.000 tweets terakhir yang menggunakan dua hastag diatas, lalu mengolahnya untuk mendapatkan akun tokoh (maupun bukan tokoh) politik yang paling "berpengaruh" dalam dua hastag di atas. Hasilnya, Fahri Hamzah (FH) adalah "singa podium" terkait #Reuni212 di sosial media! (nyaris tanpa pesaing). Sementara di percakapan soal #AksiBelaPalestina1712, pengaruh FH (biru) tidak lagi tunggal dan terbagi oleh aktor-aktor lain yang relatif sama-sama berpengaruh, seperti akun @ronavioleta @maspiyuu @zulkiflihasan (warna hijau) @bachtiarnasir (warna kuning) @gnpfulama_sumut dan @pksjakarta. Aksi bela palestina tidak sentral dijempol satu tokoh, tetapi terdistribusi pada beberapa aktor lainnya.
===
Tafsir lainnya atas data ini tentu terbuka dan bebas bagi kita untuk memaknai dan menyimpulkannya.

Penyambung Lidah Felix Siauw



Kenapa Felix Siauw semakin populer? Tentu banyak jawaban untuk itu. Bisa jadi karena pengikutnya di dunia maya dan nyata memang banyak (2,53 Juta follower di twitter), bisa karena kontroversi tindakan dan ucapannya, bisa juga karena efek pembubaran HTI (organisasi yang membesarkannya), atau mungkin juga karena banyak yang suka dan tidak suka padanya, sehingga berakibat banyak orang yang membicarakannya. Namun yang pasti, jika dilihat dari kaca mata jejaring media sosial, yang membuat Felix Siauw semakin populer di media sosial adalah karena adanya peran akun/orang yang, secara sadar atau tidak, telah secara langsung menjadi "penyambung lidah" pemikiran dan gagasannya, baik itu dari pihak yang pro maupun kontra terhadapnya.

Dalam "hukum" per-media-sosial-an, popularitas personal individu itu bukanlah faktor yang lantas menyebabkan ia terkenal sepanjang waktu. "Popularity is important, but it's not everything". Ada peran vital lain yang membantu si tokoh menjadi semakin populer seiring waktu. Peran vital ini tidak melulu dijalankan oleh sesama orang populer lainnya, tetapi utamanya dijalankan oleh orang-orang atau akun-akun yang berdiri diantara dua kelompok berbeda (bridge). Dan karena akun itu meretweet, mereply, atau me-mention tweet Felix Siauw, maka ia telah berperan menjadi penyambung lidah dan memasukkan informasi (gagasan) Felix Siauw ke dalam diskusi kelompok besarnya (yang mungkin jauh atau malah berlawanan secara ideologis dengan Felix Siauw). Dari situ kemudian jejaring sang tokoh semakin meluas dan membesar.

#SNA #Bridging #Betweenness #Centrality