Showing posts with label tradisi-tradisi. Show all posts
Showing posts with label tradisi-tradisi. Show all posts

06 June 2011

Sisingaan, Perlawanan Budaya Terhadap Penjajahan

Artikel ini juga bisa dibaca di Majalah Intisari Online
Oleh : Yanu Endar Prasetyo

Siang yang basah karena rintik hujan hari itu, tiba-tiba digegerkan oleh dentum musik gamelan-rockdut (rock-dangdut) yang menggema dari arah jalan di seberang komplek rumah kami. Anak saya yang baru berusia 14 bulan pun dibuat penasaran dan merengek meminta diantar menuju sumber suara. “Itu Dik, lihat Sisingaan sama Ayah,” seru istri saya tiba-tiba menjawab rengekannya. Akhirnya, dengan semangat 45 dan setengah berlari saya gendong anak saya mengejar suara arak-arakan yang mulai timbul tenggelam itu.

03 June 2011

Inspirasi dari Rumah Panggung

Artikel ini juga bisa dibaca di Majalah Intisari Online

Oleh : Yanu Endar Prasetyo

Anda yang bosan dengan kepadatan dan keriuhan kota besar, berlibur ke daerah wisata keluarga tentu menjadi pilihan yang menyenangkan di akhir pekan. Kepenatan menghadapi rutinitas pekerjaan dapat sedikit dikendurkan dengan menghabiskan waktu bersama orang terdekat sambil menikmati pemandangan alam nan hijau dan asri. Di tempat-tempat itulah, biasanya ruang peristirahatan dibangun dengan gaya arsitektur yang unik dan berbeda. Orang menyebutnya bernuansa etnik atau tradisional. Konsep yang ingin dibangun tentu saja lebih dekat kepada alam, go green or back to nature. Salah satu bentuk bangunan yang cukup populer dan menjamur adalah gazebo yang bercorak rumah panggung ala saung (Sunda), jineng (Bali), huma betang (Kalimantan), beruga (Lombok), dan tongkonan (Toraja). Nama atau sebutannya boleh berbeda-beda, tapi corak utamanya tetap satu: rumah panggung.

19 October 2010

Dari Suku Kubu Hingga Pulau Berhala


Anda masih asing dengan provinsi Jambi? Sama, saya juga.

Tapi malam ini menjadi malam yang cukup mengesankan bagi Saya. Entah mengapa saya merasa telah begitu dekat dengan salah satu provinsi di pulau Sumatera ini. Apa sebab? Barusan saya maen ke kost seorang teman yang berasal dari Jambi, bung Deni Kusuma namanya.  Dari beliau lah saya mendapat sedikit cerita tentang daerah yang bernama Jambi itu. Bukan hanya tentang suku Anak Dalam (yang pernah popular karena iklan belajar membaca-nya butet manurung itu) melainkan juga tentang keindahan alam, konflik pendatang-pribumi, asal usul kebudayaannya hingga tempat-tempat eksotis di jambi yang konon tidak kalah dengan Bali atau surga wisata lainnya.

25 August 2010

Tradisi di Tengah Arus Globalisasi





Rabu, 25 Agustus 2010

Judul        : Mengenal Tradisi Bangsa
Penulis     : Yanu Endar Prasetyo
Penerbit   : IMU (Insist Group), Yogyakarta
Tahun      : I, Juni 2010
Tebal       : 146 halaman

Pelan tapi pasti, arus globalisasi menyeret setiap orang menjadi manusia kosmopolit. Setiap perkembangan, termasuk budaya populer di satu sudut dunia, menyebar cepat ke seluruh penjuru bangsa.M emengaruhi pikiran, bahkan menjadi tren baru dalam bertingkah laku. Budaya lokal atau tradisi bangsa yang dianggap kurang modern, kurang rasional, dan kolot tentu saja menghadapi persoalan serius. Terutama kaum muda, banyak sekali orang yang tanpa dosa meninggalkan begitu saja budaya bangsa.

22 January 2010

MAKE A WISH via NGABUNGBANG



Ada satu “kepercayaan” unik yang nampaknya tersosialisasi cukup luas, bahwa ketika anda melihat “bintang jatuh”, maka secepatnya buatlah suatu permintaan yang tulus. Kemungkinan besar permintaan itu bisa terkabul. Meskipun ada yang meyakini mitos ini secara serius atau hanya iseng, tetapi menjadi meluas karena teramat sering disisipkan dalam film, drama, atau sinetron di televisi. Serupa tapi tak sama, di sebagian masyarakat Sunda, ada satu tradisi atau ritual “to make a wish” yang saat ini sudah jarang ditemui lagi. Tradisi itu biasa disebut dengan istilah : Ngabungbang.