Artikel ini juga bisa dibaca di Majalah Intisari Online
Oleh : Yanu Endar Prasetyo
Siang yang basah karena rintik hujan hari itu, tiba-tiba digegerkan oleh dentum musik gamelan-rockdut (rock-dangdut) yang menggema dari arah jalan di seberang komplek rumah kami. Anak saya yang baru berusia 14 bulan pun dibuat penasaran dan merengek meminta diantar menuju sumber suara. “Itu Dik, lihat Sisingaan sama Ayah,” seru istri saya tiba-tiba menjawab rengekannya. Akhirnya, dengan semangat 45 dan setengah berlari saya gendong anak saya mengejar suara arak-arakan yang mulai timbul tenggelam itu.



