Showing posts with label USA. Show all posts
Showing posts with label USA. Show all posts

21 January 2012

Beasiswa ke Amerika (Fulbright-Aminef 2012-2013), Mau?


oleh : Yanu Endar Prasetyo

Temans, ini sedikit catatan dari sosialisasi beasiswa studi ke Amerika Serikat, Fulbright-Aminef, yang saya hadiri  kemarin (jumat, 20/01/12, pkl 09-11) di Gedung Rektorat IPB, Lantai 6. Barangkali ada yang berminat mau belajar ke negeri Obama bisa lewat jalur beasiswa ini. Meski dikenal dengan seleksi yang ketat, tetapi apa salahnya menjajal keberuntungan kita. Seperti kata orang bijak, “beasiswa bukan hanya untuk orang pintar, tetapi bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh”. Tetapi saya akan sampaikan apa yang sempat tercatat di notes saya, untuk lebih lengkap dan detailnya bisa juga dilihat di website mereka yaitu di : www.aminef.or.id untuk macam-macam programnya  http://beasiswa.dikti.go.id untuk formulirnya dan juga e-mail untuk bertanya langsung ada di infofulbright_usa@aminef.or.id. Beberapa gambaran umum tentang Fulbright-Aminef dan alasan mengapa harus studi di Amerika antara lain :

03 October 2011

Neoliberalisme ; Agama Tunggal Pembangunan?

Oleh : Yanu Endar Prasetyo

Disadari atau tidak, Negara-negara di seluruh dunia hari ini secara berjamaah telah berbai’at pada agama tunggal pembangunan bernama Neoliberalisme. Ibarat kepercayaan dalam arti sebenarnya, paham Neoliberal ini juga memiliki Nabi-Nabi, firman-firman dan doktrin-doktrin yang menopang perkembangannya. Secara fundamental, Neoliberalisme adalah agama yang bertauhid atau meng-esa-kan pasar sebagai “tuhannya”. Dengan kata lain, aktivitas transaksi pasar adalah pemandu utama bagi segala aktivitas dan tindakan manusia. Dalam Neoliberalisme kita diajarkan bahwa kesejahteraan manusia hanya akan diperoleh jikalau kita menempatkan kebebasan dan keterampilan entrepreneurial individu dalam suatu kerangka kehidupan yang menjunjung tinggi kepemilikan individu, pasar bebas dan perdagangan bebas (Harvey, 2009:3). Negara dalam rumus Neoliberal memiliki tugas untuk menjaga agar kerangka tersebut bisa berjalan, misalnya dengan menegakkan hukum, menjaga pertahanan dan keamanan, serta menyediakan infrastruktur publik lainnya demi berjalannya ekonomi pasar. Namun, Negara sama sekali tidak boleh turut campur dalam wilayah pasar itu sendiri.