“We are not only what we eat, but how we eat, too”
(Michael Pollan, 2006)
Dua abad yang lalu, Amerika dikenal sebagai “The Alcoholic Republic”. Dimana rata-rata konsumsi minuman beralkohol sangat tinggi. Pada masa itu, seperti dijelaskan sejarawan W.J. Rorabaough (1979), minuman beralkohol adalah bagian dari everyday American life. Dampaknya; kecelakaan, kekerasan, kecanduan, dan masalah sosial lainnya meningkat pesat. Pemerintah pun turun tangan. Peredaran minuman beralkohol dikontrol dan diawasi ketat. Bahkan sempat dilarang pada tahun 1920 melalui the 18th amandement sebelum akhirnya direvisi lagi empat belas tahun kemudian pada tahun 1933 (Miron & Zwiebel, 1991). Kini, julukan itu hampir dilupakan orang. Negeri Paman Sam memiliki julukan baru yang tidak kalah fenomenal: A Republic of Fat. Ya, julukan yang masih berkaitan dengan pola makan dan minum bangsa Amerika yang cenderung ekstrim. Mengapa bisa demikian?











