Showing posts with label Buku Baru. Show all posts
Showing posts with label Buku Baru. Show all posts

26 September 2019

Vocational Rehabilitation (VR): Mendampingi Penyandang Disabilitas Kembali ke Dunia Kerja



Oleh: Yanu Endar Prasetyo

Tyler Bare (27) mungkin tidak pernah menyangka bahwa kini ia bisa bekerja layaknya orang sehat. Ia memiliki pekerjaan yang sangat bagus sebagai seorang akuntan di Kantor Pendapatan Daerah di Springfield, salah satu kota kecil di negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Karier cemerlang sebagai akuntan ini sebelumnya sempat terkubur ketika pada Mei 2009 yang lalu, ia dinyatakan mengalami gangguan tulang belakang (spinal cord injury) oleh dokter yang mengharuskannya duduk di kursi roda untuk waktu yang tidak pasti. Kemungkinan untuk selamanya. Saat itu ia baru saja duduk di bangku akhir sekolah menengah atas. Tak terbayangkan betapa frustasi, terpukul, dan tertekannya jiwa seorang anak muda yang harus menyandang predikat sebagai penyandang disabilitas pada usia yang masih sangat belia.




Beruntung ia akhirnya mendapatkan bantuan rehabilitasi dari Springfield North Vocational Rehabilitation (VR) Office. Ia pun mendaftar dari sekolahnya dan berkesempatan untuk mendapatkan program pendampingan dalam bentuk layanan transisi dan perencanaan karier. Program ini bertujuan untuk menjembatani dan mengarahkan potensi penyandang disabilitas yang masih duduk di SMA agar siap menempuh pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi, atau masuk dunia kerja. Ia pun mendapatkan bantuan dari program VR dalam bentuk uang pendidikan, uang buku, dan biaya- biaya penunjang lainnya untuk melanjutkan kuliah di Ozarks Technical Community College (OTC) dan kemudian transfer ke program akuntansi di Missouri State University (MSU).

30 September 2017

Gantangan: Potret Pertukaran Sosial di Pedesaan


FREE DOWNLOAD!!!
"Buku yang ditulis oleh Yanu Endar Prasetyo ini sangat timely untuk melihat sedalam apakah perubahan sosial berlangsung di pedesaan terutama bila menggunakan topik pertukaran sosial (social exchange) sebagai pendekatan. Buku ini selain memperlihatkan anatomi dari gantangan sebagai wujud pertukaran sosial baik dari aspek aktor, karakter, relasi-sosial yang terkait maupun setting sosial desa (lokasi) yang memberikan variasi dari gantangan dipraktekkan oleh masyarakat desa. Penulis sangat detail dalam melakukan penjelasan tentang gantangan di pedesaan Subang. Satu hal perlu dijawab lebih lanjut oleh buku ini adalah, bagaimana nasib kelembagaan-kelembagaan sosial pedesaan di Jawa khususnya pantai utara Jawa seperti daerah Subang ke depan? Apakah kelembagaan-kelembagaan tradisi akan mengalami pelumpuhan dan digantikan oleh kelembagaan modern? Benarkah pasar modern akan mampu menggantikan gantangan ke depan? Ataukah gantangan akan mengalami modifikasi agar tetap berfungsi baik seperti semula? Apapun, buku ini sangat baik untuk dibaca bagi peminat ilmu sosiologi pedesaan terutama peminat kajian struktur sosial dan perubahan sosial di pedesaan".
Sosiolog Pedesaan IPB
==================

“Gantangan” telah ber-evolusi. Evolusi ini berjalan sangat pelan, gradual, hingga luput dari perhatian, tenggelam dalam hiruk-pikuk hajatan, tuntutan budaya, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Setelah sekian dasawarsa, rupanya kejelian mata seorang sosiolog membikin evolusi ini tak luput dari perhatian, bahkan menjadi fokus penelitian yang kemudian melaporkannya dalam buku ini, Yanu Endar Prasetyo. Dalam kacamata sosiologisnya, terjabarkan dengan sangat detail bagaimana tradisi nyumbang yang tadinya terlihat kolektif-idealistik, di bawah mikroskop sosiologis telah menjadi bercorak individualis-materialistik. Eksplorasi teoretis tersebutlah yang nantinya akan mengisi mosaik ke-nusantara-an di tengah keinsyafan ilmu-ilmu sosial modern. Dari sana, penelitian sosial ditantang untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait “struktur tersembunyi” (the underlying structure) dari relasi aktor dan kausalitas faktor-faktor sosial yang ternarasi dalam buku ini. Ada semacam “kode-kode” yang terbersit di balik dinamika sosial gantangan. Sebagai bagian dari sinekdoke kehidupan di Kepulauan Indonesia ini, hal tersebut tentulah juga merupakan bagian dari “kode-kode nusantara”. Membaca manuskrip ini tak hanya menjanjikan pemikiran mendalam yang berat, namun juga bisa terkesan ringan sebagai bentuk edutainment. Gantangan khas masyarakat Subang dengan segala transformasi serta evolusinya dinarasikan sebagai bentuk perjalanan, semacam tour guide pariwisata, yang dapat memberikan nuansa realm kehidupan Sunda di era modern. Bagaimanapun potret gantangan merupakan drama sosial yang hidup, sarat nilai dan kesejarahan pergumulan kolektif masyarakat Sunda di kawasan Subang, jawa Barat, di era modern sekarang ini".
Hokky Situngkir
Presiden Bandung Fe Institute, 
Penulis buku Fisika Batik & Kode-Kode Nusantara
===========================

“Berangkat dari sebuah pemikiran bahwa ada sesuatu yang lepas dari tatanan hidup berbasis kultural yang selama ini menjadi pondasi langkah urang Sunda, sehingga menyebabkan kita menjalani kehidupan dengan cara “leungeun sacabak-cabakna, inggis ka linduan gedag kaanginan lantaran panon satempo-tempona, ceuli sadenge-dengena” Lepasnya titian pemahaman generasi kekinian terhadap kekayaan intelektualitas para leluhur dalam menata kehidupan personal maupun kelompok berdasarkan kekuatan kulturalnya, sungguh menjadikan generasi muda saat ini seakan kehilangan jatidiri budayanya. Kehadiran buku bertajuk gantangan ini membawa angin segar, menghadirkan perspektif sosial budaya sebagai referensi bagi generasi penyinambung kebudayaan agar terus mengkaji dan menanamkan kembali pondasi tatanan nilai berbasis identitas budayanya. Nilai-nilai tradisi adalah landasan berpijak untuk menentukan nilai-nilai masa depan sebagaimana kita mengenal sebuah nilai yang secara teks berbunyi, ka hareup ngala sajeujeuh, ka tukang ngala sajeungkal. Sebuah pesan yang bermakna "tataplah masa depan dengan pandangan jauh, dan tengoklah masa lalu dengan pandangan yang dekat saja".
Seniman & Budayawan Subang
===========================


=================
Judul Buku: Gantangan; Potret Pertukaran Sosial di Pedesaan
PenerbitPenerbit Tigamaha, 2017
Tebal: xxiv + 174 hlm, 14 X 21 cm
ISBN: 978-602-61131-0-8
=================

Buku dapat diunduh gratis pada tautan dibawah ini:


07 December 2012

Aku Memilih Bercadar



PENGANTAR EDITOR

Dalam sosiologi agama, kedewasaan sikap keagamaan terkait dengan sikap iman umat beragama yang matang. Kriteria yang dipakai untuk mengenal sikap iman yang matang dan mantab adalah jika seseorang beriman memiliki ketahanan yang kuat dan tidak mundur (meninggalkan agamanya) apabila mengalami kesulitan-kesulitan berat yang datang dari luar. Itulah kiranya bagi penulis buku ini, sebagai hasil dari sebuah studi kasus yang berbobot untuk mengetahui “dunia” di balik jubah dan cadar perempuan. 

07 November 2012

Harta Karun Bung Karno


"....Pertengahan bulan November 2011, Saya dengan sengaja pergi ke Cirebon, Jawa Barat. Tujuan saya adalah untuk bertemu dengan salah seorang “pemburu” harta karun Bung Karno, sebutlah namanya Iskandar. Seorang lelaki berusia 50an tahun dengan perawakan kurus, tinggi sekitar 155 cm dan berkulit cokelat. Meskipun berbadan kurus, namun dari wajahnya terpancar semangat yang menyala. Terlebih ketika saya memulai pembicaraan tentang harta karun peninggalan Bung Karno, maka tatapan mata dan bahasa tubuh Pak Iskandar menampakkan pengetahuan dan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Tutur bicara dan gaya obrolannya penuh gairah, dan cenderung sulit disela ketika ia bercerita.

25 February 2012

Ketika Malam Merayap Lebih Dalam

TELAH TERBIT !!!

"Apa yang ku tahu tentang hidup,  adalah hal yang tak terlihat oleh mata. Seperti geliat-geliat nasib yang merangkak menuju keabadian. Untuk apa menangis, jika tak kan terisi perut karenanya. 

Tapi jika ingin menangis, menangislah karena kau hidup tanpa seorang pun yang membutuhkanmu ada, dan karena Tuhan tak menganugerahimu air mata.

Di sudut jalan itu kulihat seonggok manusia dengan telapak tangan menganga. Siapa yang ingin sepertinya? Tak ada! Bahkan tidak dirinya sendiri. Hidupnya adalah belas kasihan manusia dan sisa-sisa harapan yang kandas begitu saja.

Tapi aku tak kan sama! Walau mungkin hidup bagiku hanyalah ketika malam tiba, ketika manusia terpejam dan nafsu merajalela" (Wahyu Wiji Astuti)

24 August 2011

Quotes from Sukarno


Dear friends, 

ternyata sudah lama juga saya tidak ngeblog, hehe, padahal sedang menikmati libur panjang. Tapi bukan berarti enggak nulis sama sekali lho, justru - alhamdulillah - naskah buku saya berikutnya sudah hampir rampung, sedikiiitt lagi :) tulisan (lebih tepatnya sie quotes) di bawah ini  adalah salah satu bagian di dalamnya nanti....semoga berkenan dan menambah cinta kita pada Indonesia, mumpung agustusannya masih anget...hehehe. Salam.

Apakah Aku manusia yang buruk ataukah baik? Hanya setelah mati dunia ini dapat ditimbang dengan jujur.
(Bung Karno)

***
Aku dilahirkan dibawah bintang Gemini, lambang kekembaran. Itulah aku yang sebenarnya, didalam diriku ada dua sifat yang berlawanan.

***
Pembawaanku adalah kombinasi dari pikiran sehat dan getaran perasaan.

***

Aku dapat memperlihatkan segala rupa, mengerti segala pihak dan memimpin semua orang.

08 January 2011

KOMPETISI PENULISAN NASKAH BUKU 2011



INGIN MENJADI PENULIS TERKENAL ?

Kesempatan emas itu telah datang. Kami sedang mencari naskah-naskah buku terbaik untuk diterbitkan dalam bentuk buku cetak dan buku elektonik (e-book). Kompetisi naskah ini diperuntukkan bagi seluruh kalangan masyarakat dan penulis dengan berbagai latar belakang. Keuntungan anda mengikuti kompetisi ini antara lain :
  1. Naskah terbaik akan mendapatkan hadiah langsung @rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)
  2. Naskah yang lolos seleksi selanjutnya akan mendapatkan ISBN dan diterbitkan menjadi buku cetak atau buku elektronik (e-book)
  3. Naskah buku anda tidak akan usang dimakan jaman karena dipromosikan dengan metode terbaru yang massif dan online
  4. Naskah anda akan diterbitkan dalam dua bahasa, indonesia dan inggris
  5. Dengan mengirimkan naskah, anda otomatis menjadi “member” komunitas penulis online tigamaha 

02 October 2010

Buku MTB di Gramedia


Halo sodara-sodara...apa kabar? semoga hidup Anda makin indah dan bahagia :)

Oh ya, sekarang buku Mengenal Tradisi Bangsa telah hadir di Toko- Toko Buku besar di Kota-Kota di Indonesia, salah satunya ada di TB. Gramedia, Bandung.
Minggu kemaren, dengan sengaja saya coba mampir ke TB tersebut, dan alhamdulillah bukunya telah terpajang disana. Meskipun belum dipajang di jajaran buku best seller atawa buku paling laris...setidaknya berada satu rak dengan beberapa buku Mbah Pramoedya, sudah cukup menghibur buat saya..hehehe...Yang sedang bingung mencari bahan bacaan ringan, atau lagi nyari kado buat hadiah, coba deh cek  buku Mengenal Tradisi Bangsa di lemari dengan judul "budaya", silakan diambil dan jangan lupa bayar di kasir :) 
Salam Cinta Indonesia...

19 July 2010

TELAH TERBIT, BUKU BARU !!! : "MENGENAL TRADISI BANGSA"

Mengenal Tradisi Bangsa adalah buku yang membahas tentang tradisi-tradisi warisan nusantara yang sebagian sudah dilupakan, sebagian masih dilakukan dengan berbagai perubahan dan variasinya, dan sebagian lagi masih dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan aslinya. Sebagai bangsa Indonesia, terutama generasi muda, tentunya kita harus mengetahui dan mengenal warisan tradisi-tradisi tersebut sebagai salah satu kekayaan bangsa kita. Buku ini berisi penjelasan dasar yang dilengkapi dengan foto-foto menarik mengenai tradisi-tradisi di bawah ini :

- Nyadran - Ronggeng - Belis - Ngaben - Cekokan - Nyirih - Nyumbang - Gantangan - Mudik - Tatto - Kubur Ari-Ari - Pingitan - Padusan - Gotong Royong - Batik - Jimat - Ngabungbang

Penulis : Yanu Endar Prasetyo
Penerbit : Insist Media Utama (IMU) Yogyakarta
ISBN : 602-96359-5-6
14x21 cm, 114 hal
harga : Rp. 35.000,-


AYOOOOO....DAPATKAN SEGERA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA !!!
Salam Cinta Indonesia :) 

23 January 2009

Buku baru (LIPI Press 2009)


BUKU LIPI PRESS
TERBITAN JANUARI 2009



(1) BHAKTI LIPI UNTUK PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA, Hasil-hasil kegiatan LIPI di Nusa Tenggara Timur*
ISBN 978-979-799-240-8
Editor: Akmadi Abbas, Badji Rudjianto, Sriharti, Elok W.Hidajat, Agusto W.M.,Yanu Endar Prasetyo.
Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna-LIPI
Jalan K.S. Tubun No. 5 Subang-41211
Penerbit: LIPI Press, 2008, Anggota Ikapi

(2) HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI BIDANG ILMU KEBUMIAN*
Prosiding Lokakarya, Tasikmalaya
ISBN 978-979-799-245-3
Penyunting: Widodo, Daman Suyadi, Achdia Supriadidjaja, Rhazista Noviardi, Agus Sofyan
Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon-LIPI
Jl.Kp.Cigado/Cigaru Kertajaya, Pelabuhan Ratu, Sukabumi-Jawa Barat
Penerbit: LIPI Press, 2008, Anggota Ikapi

14 May 2007

Rasanya diterima penerbit !

Terima kasih LKiS....
mungkin nggak ada kata yang lebih pas buat mengungkapkan kegembiraan ini. Kalau ada kata-kata yang lebih indah dan pas di dunia ini (selain terima kasih) aku ambil deh buat kamu LKiS...
Tidak menyangka, setelah beberapa keberuntungan dan banyak kesialan yang beruntun menimpaku, pagi ini, setelah iseng-iseng kutelepon penerbit LKiS Jogja, untuk menanyakan naskah yang "iseng-iseng" juga aku kirimkan, ternyata hasilnya...
Alhamdulillah .. (kalau ada kata yang lebih pas aku pinjem lagi..) akhirnya naskah bukuku diterima oleh penerbit LKiS yang memang sudah cukup tenar di blantika penerbit Indonesia ini...
mereka memutuskan menerima naskahku setelah rapat redaksi hari jumat kemarin, pas ketika aku harus merevisi transkrip nilai yang salah hitung di fakultas...(sial...)
sekarang tinggal menunggu surat perjanjian dan menunggu wisuda tentunya..
thanks God...
kadoku untuk Ibu Bapak dan nenek tercinta yang sekarang genap seribu hari peringatan meninggalnya beliau.
Allahuma firlaha warhamha waafi'i wa'fu'anha

23 April 2007

Rasanya "Ditolak" Penerbit !

Tiga hari yang lalu ku dapet telepon dari salah satu script hunter sebuah penerbit besar di SOlo. Seneng banget rasanya...katanya :
"Mas Yanu, jujur saja..sebenarnya marketing tertarik..judulnya menarik dan belum pernah ada yang menerbitkan buku seperti ini.."
tambah seneng dan dag dig dug dengernya..trus..trus..
"cuman, kelihatannya ada di bagian isi yang harus diperbaiki di sana sini..."
ya sudah, masih dengan perasaan seneng, ku berharap nggak banyak yang akan ditambal sulam dalam bakal bukuku itu...
sampai pagi tadi...
script hunter itu datang menghampiriku..
dengan senyuman ramah dan khas itu, dia bilang :
"ini mas yanu, silakan dibaca-baca sendiri penilaian dari bagian marketing dan publishing.."
Ups...ternyata bukan hanya tambal sulam, tapi tambal dan tambal....komentarnya macem-macem.
yang kurang mendalam risetnya lah, kurang dalam informasinya lah, kurang banyak informannya lah, kurang kuisionernya lah (padahal itu hasil studi kasus kualitatif), kurang pantas dibaca untuk umum lah, kurang
..kurang..dan kurang...
yah, memang untuk mempertahankan reputasi...dan tidak "menyakiti" hati penulis ingusan sepertiku, penolakan harus dengan cara yang paling halus..hehehe...
mereka kasih nilai tujuh (skala sepuluh) untuk naskah bukuku..artinya diterima dengan catatan (kayak LPJ aja)..sabar..sabar...sabar :)
untuk menghibur diri aku berapologi, semua penulis besar pasti pernah merasakan yang namanya ditolak penerbit, So..ngapain juga pusing..ditolak satu penerbit, seratus penerbit lain menunggu penuh harap.
kata pepatah bijak:
"ketika kita sibuk meratapi satu pintu yang tertutup, jangan-jangan kita telah melewatkan kesempatan, sebab, sesungguhnya di saat yang sama pintu lain sedang terbuka lebar"
Semangat.

20 April 2007

Aku Lulus !!!

Allahu Akbar 3X!!
Alhamdulillah, segala puji hanya milik-Nya penggenggam tiap jiwa di alam semesta
Hari ini aku LULUS ujian Skripsi, tanpa revisi...sempurna..sebuah kado yang manis dari Yang Maha Kuasa, dan tentu saja peluh kerja keras selama ini terbayarkan tuntas.
kupersembahkan kelulusanku ini untuk sang BUnda di rumah, dan Ayahanda serta DImas Rizaqi Endro Prasetyo..
Teramat istimewa kepada Ratna Puspitasari, Rohmatul Azizah, dan Mutamimmah Khomsah, Jazakumullah khairan katsiro....
Matur nuwun sanget dumatheng Bp. Drs. H. Supriyadi, SN. SU, Ibu Dra. Hj. Trisni Utami. M.Si, dan Bp. AHmad Zuber. S. SOs. DEA atas ujiannya yang "menyenangkan"....
terima kasih untuk temen-temenku yang sudah datang maupun tidak datang, tapi turut memberikan support dan do'a2nya...sukses untuk kalian semua.

16 April 2007

Artikel (2) Roh-Roh Yang Harus DIbangkitkan

Roh-Roh yang Harus Dibangkitkan !
(kiat sebelum menjadi seorang Penulis)
By : Yanu Endar Prasetyo

Dahulu, persepsi masyarakat terhadap orang pintar adalah seseorang yang jago matematika atau fisika. Orang pintar juga diidentikkan dengan kaca mata tebal, kutu buku, rapi, dan seseorang yang sulit bergaul. Lebih dikotomis lagi, orang eksak dipandang lebih pintar dari orang sosial. Namun hari ini, persepsi masyarakat tersebut sedikit-sedikit mulai berubah. Orang pintar adalah orang yang pandai berbicara di depan publik dan .bisa menulis.

Ada fenomena menarik perihal apresiasi masyarakat terhadap buku, tulisan, dan seorang penulis. Hal ini dapat kita lihat dari perkembangan terakhir dunia tulis menulis dan penerbitan saat ini. Tengoklah berbagai etalase di toko-toko buku yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dari ratusan buku yang dipajang di sana, sebagian besar ditulis oleh orang-orang dengan latar belakang dan basic keilmuan yang beraneka ragam. Namun dari keanekaragaman tersebut dapat dilihat kecenderungan buku-buku – baik fiksi maupun non fiksi - dengan tema sosial ternyata lebih diminati pembaca dan menjadi trend best seller dalam dunia penerbitan.
Dari buku berlatar realitas sosial tersebut, ada dua kecenderungan tema yang saat ini menjadi trend untuk dinikmati pembaca. Yakni, buku yang bertema “How to….” Dan buku yang mengeksplorasi dengan “berani” permasalahan-permasalahan seksualitas. Menjamurnya buku-buku “How to…” atau buku motivasi menjadi fenomena sosiologis yang menarik untuk dikaji. JIka pada era 70-an, nama DR. Dale Carnegie (penulis buku “How to win friends and influence people”.1979) adalah satu dari sedikit penulis motivasi yang dikenal dengan taraf internasional. Maka di millennium ini, ada puluhan bahkan ratusan penulis best seller buku-buku how to yang sekaliber, bahkan lebih sukses dari karya Dr. Dale Carnegie.
Taruhlah nama-nama seperti Mark Victor Hansen dan Jack Canfield penulis buku Serial Chicken Soup yang laku 80 juta copy di seluruh dunia. Robert G Allen - Penulis Buku “One Minute Millionare “, Jay Abraham yang memiliki julukan “Six Million Dollar Man”, Steven R Covey, Anthony Robbins, atau DR. Aidh Al’Qorny (La Tahzan) serta sederetan nama-nama lainnya. Mereka adalah penulis Kaliber dunia yang sukses dengan tulisannya. Di dalam negeri kita mendengar dan membaca karya Ari Ginanjar, Aa Gym, Anand Khrisna, Nurudin, dan penulis buku-buku motivasi lain yang karyanya laris bak kacang goreng.
Virus “how to..” tidak hanya merebak dalam karya-karya untuk umum, peminat manajemen, maupun para “entrepreneur pemula”, melainkan juga menjangkiti penulis-penulis dengan karya yang berlatar agama. Buku-buku dan novel konsumsi remaja muslim – yang sekarang sedang trend - mempersuasi pembacanya untuk menjadi umat yang taat dengan ajakan dan motivasi yang lebih simple, dekat dengan “pasar”, dan berisi tuntunan-tuntunan praktis. Kapasitas (kemampuan) keagamaan seseorang (penulis) menjadi nomor sekian. Semua orang berhak untuk menulis dan mengajak.
Di bidang sastra, apresiasi masyarakat juga mengalami pergeseran. Mulai muncul penghargaan terhadap karya-karya yang berlatar budaya entik. Karya seperti Ronggeng Dukuh paruk (Ahmad Tohari), Saman (ayu Utami), dan karya sejenisnya mulai duduk setara dengan karya yang berlatar metropolis. Serta munculnya buku-buku “berani” yang menyingkap sisi-sisi seksualitas manusia dan sesuatu yang-“tabu” dalam masyarakat. Baik karya yang berupa bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, diskriminasi, dan kemunafikan, maupun sekedar diskripsi terhadap realitas yang tersembunyi. Dalam hal ini, penulis seperti Moammar Emka (Jakarta undercover), Iip Wijanarko, Ayu Utami, Luqman Hakim (Jack & Sufi) dan kawan-kawan berada di dalamnya.

*****
Kembali kepada orang pintar. Melihat kesuksesan para penulis “how to..” di atas tentu menggoda banyak pihak untuk belajar atau bercita-cita menjadi seorang penulis. Karena mungkin menulis bukan saja dapat mencapai kepuasan batin, melainkan juga memungknkan untuk memperoleh ketenaran, dan tentunya “uang”. Atau jangan – jangan sekarang kita sudah termasuk golongan tersebut ?.
Menulis bagi sebagian orang adalah sebuah cara untuk berbicara kepada orang lain. Belajar dari para penulis di atas, menulis bisa jadi menjadi satu pilihan di antara banyak pilihan dalam hidup. Di balik itu semua, menulis juga dapat menjadikan kita kaya. Baik kaya batin, kaya wawasan, kaya spiritual, maupun kaya secara ekonomi.
Dalam sebuah acara bedah buku berjudul “membangkitkan roh menulis artikel” karya penulis Nurudin (12 /05/2005) di sebuah kampus negeri di Surakarta. Dari lontaran pertanyaan peserta, terungkap berbagai kesulitan yang dihadapi seseorang yang sedang belajar menulis. Kesulitan tersebut memang bersifat umum. Misalnya seperti tidak mampu menuangkan ide dalam bentuk kata-kata, kalau tidak terpaksa tidak bisa menulis (bad mood), tidak punya keberanian untuk mendeklarasikan karya pada orang lain, baru bisa menjiplak dan sebagainya.
Dari berbagai permasalah tersebut, sebenarnya ada tiga hal penting sebelum menjadi penulis.. yaitu, bagaimana membangkitkan roh membaca ? membangkitkan roh percaya diri ? dan membangkitkan roh menulis ?. Di dalam diri kita, potensi-potensi tersebut mungkin masih tertidur. Atau mungkin selama ini sengaja kita tidurkan. Dan jika kita memutuskan untuk berhasil menjadi seorang penulis, maka kesadaran tersebut harus dimunculkan kembali. Roh (spirit) itu harus dibangkitkan, sekarang atau tidak sama sekali!.

Membangkitkan Roh Membaca
Filsafat Kendi (begitu Nurudin menyebutnya), atau teori kendi menjadi patut direnungkan bagi setiap orang yang akan memulai menjadi penulis. Artinya, bahwa penulis harus memiliki wawasan yang luas dan memadai sebelum menulis. Dengan kata lain, otak dan pengetahuan penulis harus diisi terlebih dahulu. Seperti kendi yang tidak akan mengeluarkan air jika tidak pernah diisi air. Bagi seorang penulis, air tersebut adalah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman.
Sebagian penulis terkenal, menggunakan pola yang linier untuk sampai menjadi seorang penulis sesungguhnya. Mereka selalu mengawalinya dengan membaca. Semakin banyak membaca, maka semakin berkualitas dan “berisi” tulisan penulis tersebut. Bagi mereka mambaca merupakan cara mengasah pikiran, memacu imajinasi, dan memperkaya batin.
Membaca sendiri ada dua, membaca teks dan membaca fenomena. Untuk yang pertama, dalam mengelola kebiasaan membaca teks ini, setiap penulis memiliki style tersendiri. Ada yang melahap seluruh bacaan yang ada. Ada pula yang memilih kategori buku tertentu untuk dibaca. Para penulis dan tokoh pemikir besar seperti……..memenuhi hidup dan kehidupannya dengan membaca.
Namun demikian, ada pula penulis lain yang khawatir terhadap kebiasaan over reading ini. Terlalu banyak membaca menjadikan orang sangat bergantung pada bacaannya dan bahkan mungkin akan “men-Tuhan-kan” buku bacaan tersebut. Kekhawatiran lain , imajinasi penulis tidak berkembang, dan semakin sulit menemukan jati diri dan originalitas sebuah karya.
Setelah proses membaca inheren dalam kehidupan penulis, maka kualitas wawasan tersebut di ujikan kepada orang lain. Sebab sering seseorang merasa sudah cukup dengan apa yang dimiliki. Padahal, orang lain telah melampaui hal tersebut. Dan yang lebih penting lagi, perubahan di dunia ini tidak pernah berhenti, maka kemampuan seseorang seyogyanya juga harus terus menerus diasah. Cara menguji kemampuan ini biasa dilakukan seorang penulis dengan cara “berkomunitas”. Membentuk kelompok penulis, diskusi, menulis di media cetak, menerbitkan antologi bersama teman, terjun ke komunitas tertentu, dan banyak cara lain yang biasa dilakukan untuk menguji sampai dimana kualitas sebuah karya. Meskipun tidak menutup kemungkinan penulis yang asyik dan cukup dengan dunianya sendiri, tanpa perlu berkomunitas.
Ala kulli hal, membaca tetaplah menjadi kebutuhan mutlak. Sudah menjadi fitrah, manusia mampu mencapai kedudukan seperti saat ini adalah karena meniru. Secara sosiologis, manusia tidak akan mampu hidup tanpa meniru. Tidak ada ide yang benar-benar “asli” tanpa campur tangan ide orang lain atau gagasan yang terdahulu. Oleh karena itu, tindakan yang harus dilakukan sekarang adalah Membaca……, Membaca….., dan terus Membaca….!.

Membangkitkan Roh Percaya diri
Sebagaimana nasehat Ibnu Khaldun - seorang sejarawan, filsuf, dan sosiolog Islam - bahwa setiap catatan tidak pernah terbebas dari kesalahan. Antara lain disebabkan karena tujuh hal :
Pertama adalah karena pemihakan terhadap keyakinan atau pendapat …
Kedua, terlalu percaya kepada nara sumber..
Ketiga, gagal memahami apa yang dimaksudkan…
Keempat, salah dalam mempercayai kebenaran
Kelima, ketidakmampuan menempatkan suatu kejadian sesuai dengan konteks sebenarnya
Keenam, hasrat wajar untuk memperoleh penghargaan dari orang yang mempunyai posisi lebih tinggi, dengan menghikmati mereka, dengan menyebarkan popularitas mereka..
Ketujuh, - dan yang paling penting - adalah pengabaian terhadap kaidah-kaidah yang berlaku dalam perubahan sosial masyarakat (Muqaddimah)
Membaca catatan Ibnu Khaldun di atas, lantas bukan berarti mengecilkan nyali kita untuk menjadi seorang penulis. Tulisan yang baik, dengan mengikuti kriteria di atas, sebenarnya berakar kepada kedekatan sebuah karya terhadap realitas dan ketajaman renungan sang penulis. Tentu tidak ada karya yang sempurna. Apalagi bagi sebuah karya pertama, pasti jauh dari perfect. Peribahasa klasik mengatakan “jarak sepuluh kilo, seratus kilo, atau seribu kilo sekalipun, pasti diawali hanya dengan satu langkah!”. So?.
Self confidence menjadi roh kedua yang harus dibangkitkan Sebagian orang, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.. Proses ini memang tidak mudah dan sebentar. Banyak faktor yang kemudian menjadi kompleks mengiringi munculnya percaya diri. Namun demikian ada cara mudah untuk mengawalinya. Percaya diri, secara sederhana dapat dimulai dengan dua hal. Pertama, mengenal diri sendiri dengan baik. Dan kedua, yakin bahwa setiap manusia itu unik dan berbeda.