31 May 2012

CALL FOR PAPERS (CFP): INTERNATIONAL SEMINAR ON ENHANCING GRASSROOTS INNOVATION COMPETITIVENESS FOR POVERTY ALLEVIATION (EGICPA 2012)

International Seminar on
Enhancing Grassroots Innovation
Competitiveness for Poverty Alleviation
(EGICPA 2012)
“Scouting, Research, Development and Commercialization of Grassroots Innovation”
October 16-18, 2012
Yogyakarta - Indonesia
Call for Paper
World Bank and IMF’s latest update on progress toward the 2015 targets reveals that two- thirds of developing countries are on track or close to meeting the Millennium Development Goals (MDGs). The rapid economic development – to some extent – has contributed to an accelerated decline in absolute poverty. The number of people living on less than US $1.25 a day is projected to be 883 million in 2015, compared with 1.4 billion in 2005 and 1.8 billion in 1990. The progress, however, is achieved with a cost of increased inequality, leaving the poor unable to benefit from development and becoming increasingly isolated, Not only geographically, but also socially and economically.

06 May 2012

Ingin Kaya? (Jangan) Jadi Petani!


Oleh : Yanu Endar Prasetyo

Jika kita bertanya kepada anak-anak tentang profesi apa yang mereka idamkan, jangan kaget jika tidak ada yang menjawab : “aku ingin menjadi petani”. Bahkan jika pertanyaan yang sama diajukan kepada pelajar maupun mahasiswa, mungkin kita akan mendapati gejala yang serupa. Sebagai bangsa yang dianugerahi kesuburan tanah, matahari yang bersinar sepanjang tahun dan sumber daya air yang melimpah (meskipun makin tercemar), aneh rasanya jika generasi mudanya malah berbondong-bondong menjauh dari dunia pertanian. Bukan hanya pertanian dalam arti sempit (bercocok tanam), tetapi juga dalam arti luas. Tengok saja data yang dirilis oleh pemerintah, penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian pada tahun 2011 tinggal 33,51% (39,33 juta orang) dari total angkatan kerja nasional. Padahal tahun sebelumnya (2010) masih mencapai 41,49 juta orang. Itu pun sebagian besar sudah berusia diatas 45 tahun. Artinya, dalam satu tahun kita kehilangan sekitar 2 juta orang petani sekaligus mendapat bonus terputusnya rantai regenerasi petani.

17 April 2012

Paper Jurnal : Pengorganisasian Masyarakat Desa Mandiri Energi (DME)

Halo Kawan, 

Paper hasil penelitian saya dan mba Umi Hanifah tentang "Pengorganisasian Masyarakat Desa Mandiri Energi : Studi Kasus PLTMH di Desa Palakka, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan" sudah bisa dibaca dan di download disini :


Terima kasih kepada mas Ahmad Tarmidji al Khudri dan Redaksi Jurnal Komunitas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang telah menerbitkannya. 

Salam.
Y.E.P

02 April 2012

Blogger Subang Masuk Desa, Why Not?


“Jika Ilmu Pegetahuan itu tidak berguna (membawa manfaat), maka tinggalkanlah” demikian kira-kira pernyataan yang saya kutip dari Hokky Situngkir, peneliti brilian dari Department of Computational Sociology, Bandung Fe Institut dan penerima penghargaan Achmad Bakrie Award IX 2011. Ungkapan itu rasa-rasanya akan menyindir siapapun yang saat ini sedang ongkang-ongkang menikmati zona nyamannya. Apalagi jika dia seorang intelektual, amat “berdosa” rasanya jika seorang intelektual tidak membaktikan apa yang dimilikinya, termasuk ilmu, harta, dan keringatnya untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Senada dengan ungkapan Gramsci (penggagas intelektual organik) yang menyatakan bahwa “memang banyak intelektual di sekitar kita, tetapi  hanya sedikit dari mereka yang mampu membawa perubahan”.

25 February 2012

Ketika Malam Merayap Lebih Dalam

TELAH TERBIT !!!

"Apa yang ku tahu tentang hidup,  adalah hal yang tak terlihat oleh mata. Seperti geliat-geliat nasib yang merangkak menuju keabadian. Untuk apa menangis, jika tak kan terisi perut karenanya. 

Tapi jika ingin menangis, menangislah karena kau hidup tanpa seorang pun yang membutuhkanmu ada, dan karena Tuhan tak menganugerahimu air mata.

Di sudut jalan itu kulihat seonggok manusia dengan telapak tangan menganga. Siapa yang ingin sepertinya? Tak ada! Bahkan tidak dirinya sendiri. Hidupnya adalah belas kasihan manusia dan sisa-sisa harapan yang kandas begitu saja.

Tapi aku tak kan sama! Walau mungkin hidup bagiku hanyalah ketika malam tiba, ketika manusia terpejam dan nafsu merajalela" (Wahyu Wiji Astuti)

06 February 2012

Titik Nadir Partai Politik


Artikel ini dimuat di Harian Inilah Koran, edisi Senin, 6 Februari 2012, hal Aspirasi (8)

Oleh : Yanu Endar Prasetyo

Kritik dan kecaman yang membanjiri DPR belakangan ini secara tidak langsung juga merupakan tamparan keras bagai partai politik (Parpol) di Indonesia. Gaya hidup mewah, pemborosan anggaran hingga indikasi korupsi yang melilit politisi yang duduk di DPR dan DPRD seakan melengkapi ambruknya integritas wakil rakyat yang notabene dicetak dan dikader oleh Parpol tersebut. Bukan sekarang saja, hampir setiap tahun sejak reformasi digulirkan, gedung wakil rakyat tidak pernah sepi dari berbagai skandal yang menggaduhkan ruang publik. Tindakan asusila, pornografi, kinerja buruk, jual beli peraturan dan anggaran, tidur dan membolos ketika rapat, hingga politik uang dalam pemilihan pejabat publik silih berganti menjadi headline di media.

27 January 2012

Pengemis dan Sosialisasi Kemiskinan

Artikel ini dimuat di Harian Inilah Koran, Edisi Jumat 27 Januari 2012, halaman Aspirasi (8)

Oleh : Yanu Endar Prasetyo


Fenomena makin merebaknya pengemis di bawah umur benar-benar membuat gelisah. Saya prihatin dari dua sisi sekaligus, pertama dari makin beragamnya penyebab mereka turun ke jalan dan kedua dari dampak pembiaran (baik oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri) terhadap fenomena ini yang sungguh sangat dahsyat dimasa mendatang. Dilihat dari aspek penyebab bertambahnya pengemis di bawah umur, nampaknya tidak lagi hanya sekedar desakan ekonomi, tetapi sudah menunjukkan indikasi kebudayaan kemiskinan yang semakin akut. Jika dahulu kita hanya melihat pengemis difabel atau lansia, maka fenomena hari ini menunjukkan sebuah potret “keluarga utuh” yang turun ke jalan. Mereka terdiri dari perempuan (sambil menggendong bayi, entah bayi sendiri, orang lain atau justru korban perdagangan manusia), anak-anak di bawah usia 15 tahun, difabel, dan lansia.

24 January 2012

Situ Wanayasa, Tempat Asyik Mencari Angin


Oleh : Yanu Endar Prasetyo

Ketika penat dan suntuk melanda, apa yang Anda lakukan? Jika Anda adalah orang yang suka membuang kelesuan dengan cara jalan-jalan keluar rumah (“mencari angin”) maka tidak ada salahnya Anda berkunjung ke Situ Wanayasa yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta ini. Di tempat wisata keluarga ini, Anda akan mendapatkan angin yang benar-benar luar biasa, kencang, sejuk dan dingin. Meski lokasinya bukan di tepi laut (pantai), namun tiupan angin yang berhembus di sekeliling Situ (semacam bendungan air) ini sama nikmatnya dengan angin pantai. Dengan berdiri atau duduk di bukit kecil yang berada di tengah situ, sembari memandang permukaan air yang begitu tenang, maka segala penat, jenuh dan suntuk anda akan lenyap seketika terbawa angin wanayasa ini.

21 January 2012

Beasiswa ke Amerika (Fulbright-Aminef 2012-2013), Mau?


oleh : Yanu Endar Prasetyo

Temans, ini sedikit catatan dari sosialisasi beasiswa studi ke Amerika Serikat, Fulbright-Aminef, yang saya hadiri  kemarin (jumat, 20/01/12, pkl 09-11) di Gedung Rektorat IPB, Lantai 6. Barangkali ada yang berminat mau belajar ke negeri Obama bisa lewat jalur beasiswa ini. Meski dikenal dengan seleksi yang ketat, tetapi apa salahnya menjajal keberuntungan kita. Seperti kata orang bijak, “beasiswa bukan hanya untuk orang pintar, tetapi bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh”. Tetapi saya akan sampaikan apa yang sempat tercatat di notes saya, untuk lebih lengkap dan detailnya bisa juga dilihat di website mereka yaitu di : www.aminef.or.id untuk macam-macam programnya  http://beasiswa.dikti.go.id untuk formulirnya dan juga e-mail untuk bertanya langsung ada di infofulbright_usa@aminef.or.id. Beberapa gambaran umum tentang Fulbright-Aminef dan alasan mengapa harus studi di Amerika antara lain :